Selasa, 20 November 2012

Pesugihan Jatah Umur Eyang Durgala Pati (oleh Herry Boediyanto)

Sekitar setahun kebelakang sudah pernah kami tampilkan ritual pesugihan kontrak umur versi keramat Kraton Gunung Mayit  Eyang Ki Jaga Sakti yang cukup menegangkan dan mendebarkan, selain tempat ritualnya itu mengerikan medannya pun sangat sulit untuk ditempuh harus melalui titian anak tangga yang berjumlah 360 buah dan untuk mencapai lokasi tempat keramat tersebut baiknya pelaku mesti harus memegang akar- akar pohon yang merambat kebawah dan jika terlepas ataupun terpeleset berarti nyawalah sebagai tebusannya.
Tak kalah menarik dengan ritual di keramat Gunung Paseban  baik dari tata cara maupun perjanjian sangatlah jauh berbeda.
Sebaiknya kita selaku makhluk tuhan yang paling sempurna mesti menjauhi acara- acara ritual seperti itu dianggapnya musyrik namun jika dalam keadaan yang sudah sangat terjapit biasanya manusia suka nekad tapi hendaknya mesti diperhitungkan terlebih dahulu untuk kedepannya sebab ritualnya selain di puncak bukit jauh pula dengan rumah- rumah penduduk serta melewati beberapa kilometer hutan belantara sangatlah berbahaya jika lari sudah pasti akan masuk jurang  nyawa sebagai taruhannya.

Untuk menjaga agar tidak terjadi seperti itu mesti dibarengi oleh orang yang lebih berpengalaman khususnya orang pintar agar prosesi itu cepat selesai.
Dari sekian banyak tempat- tempat keramat yang sering dipakai untuk mengais rezeki dengan jalur instant kebanyakan para pelaku ritual sangat menggandrungi jalur pernikahan dengan peri cantik dan jalur pesugihan jual musuh, namun mereka ini kurang memahami tentang tata cara ritual tersebut yang akhirnya banyak mendapat kegagalan
Di Gunung Paseban yang masih sangat jarang dilakoni oleh pelaku ritual adalah ritual jatah umur dengan taruhan nyawa si pelaku itu sendiri sebagai jaminannya ada yang gagal ada pula yang sukses seperti apa tata cara ritual tersebut silahkan simak terus kisahnya dibawah ini
Sebelum ritual itu dilakasanakan pertama kali yang mesti ditemui adalah sang juru kunci yang menjembatani antara keinginan manusia dengan alam kasat mata lalu minta Bantu pada Salah satu Sesepuh yang benar- benar siap membantu ritual itu berlangsung hingga selesai  sebab tugas juru kunci hanya sebagai perantara saja lantas untuk ritual selanjutnya dijalani oleh si pelaku itu sendiri sementara juru kunci meninggalkan si pelaku itu sendirian berada dikeramat.
Untuk ritual selanjutnya barulah tugas sesepuh itu sendiri yang mendampingi si pelaku agar keberaniannya makin bertambah serta keyakinananya penuh.
Selain menemani pelaku, tugas sesepuh ini cukup berat jika dibanding dengan juru kunci sebab segala sesuatunya bisa di deteksi oleh sesepuh mulai pemanggilan makhluk ghaib hingga transaksi itu selesai namun itu pun dalam batas- batas jarak tertentu
Yang perlu diperhatikan oleh si pelaku itu sendiri jika memakai jasa sesepuh mesti diperhatikan pula kebutuhannya dengan kata lain membayar jasa atas pekerjaaannya itu selama diperlukan oleh pelaku sebab mereka pun sama perlu biaya untuk menafkahi sanak dan istrinya dirumah selama berada di keramat untuk membantu acara ritual tesebut berlangsung.
Ritual pesugihan Jatah Umur tidak memakan wadal orang lain melainkan dirinya sendiri yang jadi tumbal taruhannya dan ini sudah dilakukan oleh puluhan orang pelaku hasilnya ada yang sukses adapula yang mendapat kegagalan.
Sukses dan gagal  itu tergantung kesepakatan Eyang Durgala Pati sebagai tampuk kekuasaan Raja Dedemit dikeramat tersebut dan selalu memberi kepastian pada si pelaku itu sendiri jika sudah betul- betul nekad.
Seperti apa kepastian itu ….? Ya … jika perjanjian itu sudah disepakati bersama berarti tinggal menikmati hasilnya
Biasanya ritual dikeramat ini tidak ada godaan yang membuat takut bagi para pelaku ritual itu sendiri sebab keputusan itu baik melalui komunikasi langsung ataupun lewat suara tanpa wujud datangnya entah siang entah pula malam hari seperti yang dialami oleh para pelaku – pelaku lainya
Faktor kegagalan itu  adanya pada diri kita sendiri yakni tidak sanggup bernegosiasi dengan si pemberi kekayaan itu sendiri lantaran takut.
Eyang Durgala Pati bisa diajak kolaborasi dengan catatan  mesti ada wadalnya sebagai imbalan kekayaan tersebut. Caranya bagaimana ….? Si pelaku itu sendiri bisa mengatakan langsung padanya tentang umurnya yang dia jaminkan itu sebagai pengikutnya kelak dikemudian hari, nah disinilah kepintaran dan keberanian si pelaku itu sendiri untuk bernegosiasi jika kita merasa keberatan dengan perjanjian yang sudah diberikan oleh Eyang Durgala Pati hendaknya di utarakan langsung untuk memberikan solusinya contohnya dengan memberikan sapi, atau kambing pokoknya  hewan berkaki empat sebagai penganti si pelaku itu sendiri yang dijadikan tumbalnya sebelum nyawa si pelaku itu sendiri akan diambil oleh kerajaan ghaib Eyang Durgala Pati.
Ritual ditempat keramat seperti ini mesti dengan orang yang lebih tahu dan faham tentang tata caranya jangan asal-asalan contohnya seperti Abah Yaya sudah banyak membantu pasien untuk melakukan ritual di keramat.
Siapa sebenarnya sosok abah yaya ini, dia seorang sesepuh yang sering menemani pelaku ketika ritual itu berlangsung hingga selesai mungkin 1- 3 hari dia selalu setia menemani pasien, sesepuh ini tidak pernah meninggalkan pelaku sendirian yang jadi persoalannya adalah tempat lokasi keramat Gunung Paseban ini sangat jauh sekali dari rumah juru kunci dan berada di puncak bukit.
Sementara tugas juru kunci hanya mengantarkan pelaku untuk melaksanakan ritual dan setelah menitipkan pada penghuni keramat dengan melalui Ijab Qhobul  setelah selesai pasti juru kunci itu pulang, yang dikhawatirkan jika ada sesuatu yang meninpa pada pasien itu sendiri bagaimana….? Disinilah tugas abah yaya yang selalu menemani dan membantu pasien itu ngelakoni ritual berlangsung.
Jadi harus dijaga keselamatannya pada pasien itu sendiri makanya kami selaku penulis selalu minta jasanya sesepuh tersebut jika ada seseorang yang hendak melakukan ritual ghaib seperti ini.
Tugas abah yaya bukan sebagai juru kunci melainkan sebagai sesepuh yang mendampingi si pelaku juga membantu serta mendorong agar si makhluk ghaib itu cepat muncul dan sekaligus menemani si pelaku agar tidak lari, sangatlah berbahaya sekali jika tidak ditemani yang ditakutkan tak lain adalah aura mistis yang sangat kental sehingga bisa membuat si pelaku itu sendiri bisa tersedot atau tertarik ke alam ghaib.
Dilokasi keramat itu terdapat jurang yang sangat dalam yang ditakutkan jika si pelaku kaget atau takut terus lari dan terjerembab ke dalam jurang itu sudah pasti mati
Jurang yang sangat dalam itu ternyata dipakai untuk ritual pembuangan hewan yang sudah disembelih untuk ditumbalkan pada makhuk halus  penghuni keramat Gunung Paseban  lalu dibuang ke jurang tersebut.
Konon menurut cerita juru kunci bangkai hewan itu yang sudah dibuang esoknya suka menghilang entah siapa yang mengambilnya yang tersisa Cuma tinggal tulang belulang saja.
Sudah beberapa pelaku yang membuktikan ritual dikeramat ini salah satunya sebut saja namanya haryati dari kabupaten garut jawabarat, ketika berada dikeramat haryati memang sangat khusuk sekali lantaran niatnya betul- betul ingin kaya raya  hidupnya sudah sekian lama selalu menderita dengan kesusahan dan kesengsaraan yang tiada akhir makanya dia nekad berada di keramat ini
Semenjak ditinggal pergi oleh suaminya haryati jadi tulang punggung keluarganya untuk menafkahi kedua orang tuanya serta kakak dan adik- adiknya akhirnya dia nekad melakoni ritual pesugihan, yang penting kehidupan kedepannya tidak susah seperti sekarang ini. Dengan berbekal keberanian akhirnya haryati pun ngelakoni ritual nekad itu dengan harapan bisa sukses seperti orang lainnya
Dimalam pertama ritual haryati memang sudah mendengar bisikan ghaib dan sudah diperlihatkan kejadian- kejadian yang musyikil dimana ketika dirinya sedang ritual tiba- tiba suasana jadi berubah dia melihat sebuah tumpukan kardus serta beberapa guci perhiasan yang terbungkus dalam kantong plastik namun penglihatannya itu cuma sebentar saja lalu menghilang lagi
Esoknya haryati masih bertahan berada dikeramat hatinya merasa belum puas lantaran niatnya ingin berkomunikasi langsung dengan Eyang Ki Durgala Pati tidak terlaksana. Dihari kedua pun dia cuma melihat kejadian yang sama yakni penampakan sebuah kardus yang sudah berubah menjadi dus besar, haryati bertambah kuat keinginannya untuk bertemu dengan penguasa tempat keramat tersebut yakni Eyang Ki Durgala Pati. Hingga pagi hari pun tiba dia tidak pernah bertemu langsung dengan Makhluk Dedemit tersebut
Ke esokan siangnya secara tidak sengaja haryati rebahan di sebuah cungkup yang berada di sekitar tempat itu hingga dirinya tertidur pulas namun ketika dirinya terjaga tiba- tiba sekeliling cungkup itu jadi gelap gulita serta dipenuhi dengan kabut. Tiba- tiba dari sudut ruangan tampak  samar- samar bayangan hitam  namun wajahnya tidak jelas yang terlihat hanyalah janggutnya saja yang sudah memutih.
Bibir haryati kaku tidak bisa berkata apa- apa gugup dan takut bercampur jadi satu
“ Haryati…. Kardus itu bakal jadi milikmu tapi ingat umurmu cuma sebentar apa kau sanggup ….? Pinta Eyang Ki Durgala Pati .”
“ Sa… sa….sa.. sangup  Eyang  ….! Jawabnya singkat.”
“ Sekarang kau Pulang haryati, kau tunggu saja dirumah nanti pengawalku akan mengantar permintaanmu mengerti ! ucapnya dengan tegas.”
“ Ba…. Ba …. Ba… baik Eyang.”
Ternyata haryati tidak banyak bicara lantaran rasa takut dan kagetnya itu yang membuat bibirnya jadi kelu ! masih dalam keadaan kaget yang luar biasa dia menyaksikan secara perlahan kabut itu menipis lalu hilang seketika.
Siang itu juga haryati pulang meninggalkan tempat keramat lantaran ritualnya sudah selesai serta merasa puas atas ucapan Eyang Ki Durgala Pati.
Setelah sampai rumahnya,malam harinya haryati pun ritual kembali dikamar pribadinya ternyata benar ucapan Eyang Durgala Pati itu terbukti, dimana tiba- tiba di depan rumahnya muncul sebuah mobil berwarna merah penumpngnya langsung keluar dan menurunkan isi muatanya. Haryati langsung keluar dari kamarnya dia merasa kaget dan mustahil di depan rumahnya tiba- tiba mendengar suara deru mobil lantaran untuk melaju ke pondoknya sangat tidak mungkin sekali sebab tidak ada jalan masuk !.
Begitu pintu dibuka tamu tak diundang itu langsung menyerahkan sebuah dus berukuran besar katanya kalau kiriman itu adalah titipan dari Eyang  Prabu Ki durgala Pati dia pun merasa kaget sebab dus besar itu pernah dia lihat ketika berada dikeramat.
Wajah si pengantar kiriman itu semuanya agak aneh tubuhnya dipenuhi dengan bulu tak pikir panjang dia pun langsung menerima kiriman tersebut lalu dipindahkan ke kamar pribadinya, anehnya tak seorangpun keluarganya yang tahu atas kedatangan makhluk ghaib tersebut mungkin karena pengaruh ilmu sirep yang akibatnya semua penghuni rumah haryati pada tertidur pulas, ritual itu pun dilanjutkan kembali.
Hari menjelang pagi sekitar pukul 02.00 tiba- tiba Eyang durgala Pati Muncul dihadapannya seraya berkata “ silahkan kau pakai kiriman dari Eyang haryati ….”
Hanya itu saja yang di ucakannya sebab makhluk ghaib tersebut segera menghilang dari penglihatanya
Dengan penuh rasa berdebar tiba- tiba kardus itu dibuka, disamping ujungnya saja lalu dilipat lagi, apa yang dilihatnya …? Ternyata benar gepokan uang yang banyak sekali hatinya berbunga- bunga setelah mendapat uang hasil ritual di keramat Gunung Paseban itu. Siang itu uang kirimannya diambil  satu gepok lalu  dipergunakan untuk keperluan rumah tangganya sisanya dipakai untuk membayar utang –piutangnya lantaran selama ini haryati hidup menumpang pada kedua orang tuanya, niatnya sih baik ingin membahagiakan sanak keluarganya.
Sepulang dari belanja tiba-tiba kepalanya pusing, langsung meminum obat sambil bersandar dikursi tak terasa dia pun tertidur mungkin karena kecapean setelah belanja hampir seharian dikota.
Haryati tergaja setelah satu jam lamanya beristirahat dikursi seraya langsung pergi kebelakang maksudnya hendak cuci muka namun tiba- tiba dia terjatuh di wc.
Sudah beberapa hari dia terbaring lemas di rumah sakit sebelum menginjak satu bulan lamanya akhirnya haryati pun meninggal dunia.
Dari pihak rumah sakit pun mengatakan kalau haryati terlalu kecapean tidak ada penyebab lain yang ia derita penyakit selama ini
Yang jadi pertanyaan bagaimana sisa uang yang masih tersisa cukup banyak itu setelah pemiliknya mati apakah masih ada atau ditarik kembali oleh  Raja Dedemit Ki Durgala Pati ? lantaran perjanjian sudah disepakati kalau uang itu milik haryati jadi tidak mungkin uang akan raib begitu saja. Yang jelas uang milik haryati di pergunakan oleh sanak saudaranya dan itu terlihat dari seluruh keluarganya yang hidup dalam kemewahan
Jadi dalam kisah nyata ini menjelaskan bahwa haryati berani ngelakoni ritual seperti itu lantaran sangat terhimpitnya ekonomi. Setelah dia sukses  ternyata uang kirimanya itu dipergunakan oleh sanak familinya sendiri sementara dia sendiri mati lantaran perjajian.
Dari kejadian tersebut diatas itu akibat kelalaian haryati sendiri ketika berhadapan langsung  dengan Eyang Durgala Pati sewaktu ngelakoni ritual dikeramat Gunung Paseban dimana dirinya tidak sanggup berkata- kata lantaran saking takut dan kaget yang secara tiba- tiba saja antara sadar dan tidak muncul penampakan Eyang Ki Durgala Pati lantaran dirinya memaksa ingin bertemu langsung dengannya pada siang hari di dalam cungkup, jika haryati tidak gugup dan berani mengatakan keberatannya pada Eyang Durgala Pati agar tumbal nyawa dirinya itu bisa diganti dengan hewan berkaki empat mungkin sampai sekarang dia masih hidup.
Jika pelaku hendak ngelakoni ritual seperti ini hendaknya segala sesuatu mesti di fikirkan terlebih dahulu, siapkan mentalnya dan jika sudah mantab baru bisa dilaksanakan ritualnya mesti yakin atas lelakunya sendiri.
Itulah sekelumit kisah nyata tentang ritual Jatah Umur versi  Eyang Durgala Pati Gunung Paseban seluruh nama yang tercantum pada kisah ini sudah kami samarkan sekian dan terima kasih.
Loading