Jumat, 11 November 2011

VOODOO



Kali ini aku bukan membahas tentang Voodoo nama band rock Indonesia yang dulu sempet terkenal dan punya gitaris mas Edo Widis itu.. tapi ini tentang Voodoo yang sebenernya, yang rada horror2 itu.. :)
Voodoo (Vodun, Vodou atau Voudou) awalnya adalah sebuah ritual keagamaan yang berasal dari Haiti, Karibia, yang kemudian sangat dipengaruhi oleh tradisi-tradisi Afrika Tengah. Ritus Kongo, yang juga dikenal di utara Haiti sebagai Lemba (awalnya juga  merupakan agama yang dipraktikkan di antara bangsa Bakongo yang menyebar luas sebagai unsur-unsur Afrika Barat).

Pada tahun 1950-an, rakyat Haiti hidup dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan, hidup dibawah kepemimpinan seorang diktator Zoochrate Zacharie.
Dikisahkan ada seorang mantan senator bernama Henri Postel yang berpartisipasi dalam perlombaan panjat pinang (bukan di Indonesia doang ya ada lomba panjat pinang.. :D ), yang tujuannya buat ngelawan rezim yang tengah berkuasa. Acara panjat pinang itu sendiri sebenernya merupakan siasat sang diktator untuk semakin menancapkan kukunya sebagai satu-satunya pemegang tampuk kekuasaan negeri.
Perlombaan panjat pinang merupakan sebuah metafora/kiasan aja untuk mewakili sebuah kekuasaan yang sulit untuk digulingkan, melalui batang pohon palem (atau pinang) yang dilumuri minyak sehingga membuat para peserta kesulitan untuk mencapai puncak dan berisiko jatuh atau terluka bahkan mungkin mati. hmmm.. Nah dari sini kemudian mereka dijadikan Zombie melalui dukun Voodoo.
Pada kurun waktu yang sama, Haiti juga dipimpin oleh seorang diktator bernama Fran├žois Duvalier yang memberlakukan proyek “zombifikasi” atau zombification. Artinya, orang-orang yang berusaha melawan rezim yang berkuasa akan ditangkap oleh milisi (tentara) rezim, kemudian “dicekoki” ramuan yang akan mematikan metabolisme kerja tubuh, sementara raganya tetap hidup. Jadi, mereka menjadi manusia-manusia “robot” yang gampang dikontrol semaunya, karena pikiran mereka kosong.
Jadi, zombi di sini bukan mayat yang bangkit dari kubur seperti cerita di pilem2 horor atau vampir.
Nah, tentang ramuan yang dicekokkan ke para extrimis2 yg menentang rezim saat itu, hal ini berkaitan dengan praktik ilmu voodoo yang sudah menjadi bagian dari tradisi negeri itu.
Ilmu voodoo awalnya ditujukan untuk pembersihan jiwa, yang berasal dari praktik ritual rakyat Afrika bercampur dengan sebuah ajaran agama. Para budak belian yang dikirim ke “benua baru” Amerika, banyak yang dibuang ke Kepulauan Domingue (yang kini menjadi Haiti) dan di sanalah mereka mulai menyebarkan ilmu voodoo tersebut.
Dalam pelaksanaan ritualnya, ilmu voodoo dipimpin oleh seorang dukun (bisa pria maupun wanita) yang melantunkan sebuah do’a pendek, mirip pantun, dan pada saat yang bersamaan ia membawa berbagai macam pernik seperti ayam jago, daun-daunan, telor, ramuan, yang akan di-”semburkan” ke pasiennya. Sang dukun berfungsi sebagai perantara yang menghubungkan si pasien dengan arwah leluhur.
Banyak cerita tentang praktek dukun Voodoo yang menjadikan manusia sebagai Zombie, yang bisa ‘disetir’ oleh orang yang berkepentingan.
Seperti kisah tentang seorang pria yang bernama Clairivius Narcisse yang dijual kepada salah satu Dukun Voodoo oleh saudara laki2-nya, karena Clairvius menolak menjual bagian warisannya berupa tanah keluarga.
Clairvius dibuat meninggal dan dikuburkan. Namun, sebenarnya ia tidak benar2 mati, tapi malah dijadikan zombie dan diperkejakan di perkebunan tebu bersama para pekerja lainnya yang juga zombie.


Cara membuat mereka mati tidak dengan menggunakan senjata tajam atau membunuhnya langsung,  namun dengan cara yang cukup unik, yaitu dengan campuran kulit katak yang biasa disebut “bufo bufo bufo” dan ikan puffer (jadi intinya mereka ini gak benar2 mati, alias nyawanya masih ada).
Campuran ini dapat ditambahkan pada makanan atau dioleskan pada kulit, terutama pada kulit yang lembut dan tidak rusak dibagian dalam lengan dekat siku. Kemudian setelah beberapa menit, para korban akan “terlihat” seperti mati, dengan napas dan detak jantung yang sangat lambat dan lemah.
Nah kalau sudah begitu, maka orang2 yang melihatnya mengira ia telah mati dan segera dikuburkan. Tapi sebenernya mereka ini belum benar2 mati, hanya dukun2 yang menyebabkan mereka bisa seperti itu yang benar2 mengetahui kondisi sebenarnya.
Kemudian, setelah ia dikubur oleh keluarganya, para dukun harus menunggu terlebih dahulu selama kira2 beberpa jam untuk menggali dan kemudian mengambil jasadnya (tapi gak bisa terlalu lama karena mereka bisa mati beneran kehabisan napas didalam kuburan).
Lalu mereka dibuat “gila”, yaitu dengan memaksa mereka memakan sejenis pasta yang terbuat dari datura (rumput jimsons). Karena datura ini sifatnya memutus hubungan pikiran dengan realita, dan kemudian menghancurkan seluruh ingatan yang ada.
Setelah mengkonsumsi itu mereka akan kebingungan, tidak tahu ini hari apa, dimana mereka berada, bahkan dirinya sendiri ia tidak tahu. Linglung gitu pokoknya.

Nah, sekarang zombie yang telah berada dalam kondisi semipermanen menjadi gila, dijual ke perkebunan tebu sebagai budak pekerja. Mereka akan diberi datura lagi jika perasaan mereka terlihat mulai pulih.
Pada thn 1964, setelah pemilik zombie tsb meninggal, para zombie2 itu akhirnya menyebar dan mengembara melintasi pulau dalam keadaan “linglung” selama kurang lebih 16 tahun lamanya sebelum mereka2 ini ditangkap.

Analisis Kimia dari Pembuatan Zombie
Para dukun2 voodoo menggunakan kulit katak bufo dan ikan pufer untuk membuat seseorang menjadi zombie. Mengapa harus pake begituan?
- Kulit katak jenis “bufo bufo bufo” itu ternyata sangat berbahaya, terdapat beberapa kandungan kimia yang bersifat racun mematikan didalamnya, yaitu biogenetik amina, bufogenin, dan bufotoksin.
- Ikan puffer dikenal di Jepang dengan nama Fugo. Racunnya disebut “tetrodotoksin“, racun saraf yang mematikan. Efek penghilang rasa sakitnya 160.000 kali lebih kuat daripada kokain. Memakan ikan jenis ini bisa membuat “Klenger” karena kandungan racunnya.
Di Jepang, banyak orang2 yang mati setelah menyantap ikan jenis ini, pada umumnya toksin tsb dengan cepat menurunkan suhu tubuh dan tekanan darah.

Boneka Voodoo


Zombie biasanya digambarkan sebagai mayat tidak berotak yang dikendalikan majikan seperti boneka. Penggambaran zombie menurut yang seperti itu yang kemudian berkembang dan menjadikan boneka sebagai sarananya. Melalui mantra2 layaknya yang dikerjakan oleh dukun Voodoo pada masa lalu, memindahkan roh/jiwa seseorang yang dikehendaki agar bisa dikendalikan ke dalam sebuah boneka. Selanjutnya, orang yang bersangkutan akan linglung dan lupa diri, gak bisa berpikir logis, sehingga dengan mudah bisa “disetir” oleh yang mempunyai kepentingan dengan bantuan dukun Voodoo tadi.

Biasanya dalam melakukan ritual melalui Boneka Voodoo yang harus diperhatikan adalah tujuannya untuk siapa boneka itu mewakili, apa yang ingin mereka pakai, apakah mereka adalah laki-laki atau perempuan, dan jenis barang yang mereka ingin lakukan, seperti kantong mojo atau gris gris tas. Sebuah boneka voodoo adalah melambangkan seseorang yang nyata atau roh. Kadang-kadang mereka dibuat agar terlihat seperti orang yang diketahui, dalam hal ini ada persyaratannya, seperti harus memiliki beberapa rambut atau sepotong pakaian, gambar, atau barang pribadi lainnya milik orang itu dalam rangka mengisi boneka dengan energi orang itu.

Walau demikian sebenernya ritual ini gak selalu buat menyakiti seseorang. Ada juga yang bertujuan untuk pengasihan, cinta, kecantikan, penglaris/ rejeki.
Apapun itu, semua terserah yang menjalaninya. Believe it or not, it’s up to you… Sekali lagi ini cuman sekedar pengetahuan tentang adanya kisah tentang Voodoo.
Ada yang lebih berkuasa diatas segalanya, manusia boleh berkeinginan, namun kekuasaan sepenuhnya hanya milik Tuhan…  :)
Loading