Minggu, 04 Desember 2011

ARWAH TANTE MENDATANGIKU SAAT KEMATIANNYA

KEJADIAN menyeramkan ini belum lama aku alami. Saat itu, seperti biasanya aku pulang kerja jam 5 sore. Biasanya aku selalu dijemput pacarku, tetapi karena dia kerja lembur akhirnya tidak bisa menjemputku.
Saat mau pulang, aku tidak langsung menuju rumah, tetapi mampir dulu ke sebuah mall di Jakarta karena mau belanja kebutuhan sehari-hari, soalnya hari itu aku baru gajian.
Karena asyik berbelanja, tidak terasa sudah jam 9 malem aku di mall tersebut. Mall juga udah mau tutup, akhirnya aku memutuskan pulang ke rumah dan naik angkot.
Setelah mendapat angkot aku langsung naik. Awalnya aku biasa-biasa saja, namun kemudian menemukan keanehan karena angkot tidak melewati rute seperti biasanya, Angkot itu lewat jalan dalam perumahan dan melewati pemakaman daerah perumahan, menueurt sopir angkot karena sedang ada perbaikan jalan.
Perjalanan malam itu terasa sangat lama, padahal biasanya tidak sampai setengah jam sudah sampai di rumah. Dalam kegelapan malam itu, tiba-tiba ban angkot pecah, lalu semua penumpang diturunkan.
Karena itu, kami menunggu angkot lain yang rutenya sama, namun lama sekali tidak ada yang lewat, Sambil menunggu, aku duduk-duduk di bangku samping warung kecil yang udah tutup. Sementara penumpang yang senasib sama aku, sebagian ada yang jalan kaki karena mungkin rumahnya sudah dekat, lalu ada yang naik taksi, ada juga yang udah di jemput sama keluarganya.
Aku juga heran kenapa jam segini di perumahan yg padat rumahnya itu justru sangat sepi. Bahkan aku juga blm pernah melewati jalan ini, karena itu aku putuskan untuk menunggu sebentar lagi. Saat yang sepi itu, tiba-tiba aku dikagetkan oleh seseorang yang menegurku dari belakang.
Saat aku menolah ke belakang, astaga...,aku sama sekali tidak menyangka kalau ternyata orang itu adalah tanteku yang tinggal di Solo. Dengan sangat keheranan aku bertanya kenapa kok tiba-tiba tanteku ada di sini, dia cuma bilang "Aku kesini mau ngajak kamu nginep, aku baru dateng dari Solo kok nduk (panggilan orang Jawa ke anak perempuan)," katanya.
Tanpa rasa curiga sedikitpun aku menuruti saja ajakannya. Kami berdua jalan kaki melewati perumahan itu, akhirnya kami sampai juga di rumah tanteku. Rumahnya besar, pintu pagarnya sangat tinggi, dan terlihat sangat megah. Tetapi belum sempat masuk ke dalam rumah, tiba-tiba ponselku bunyi, dan ternyata dari pacarku.
Setelah telpon aku tutup, aku langsung masuk ke dalam. Tapi, astaga...baru baru satu langkah aku mau masuk, tiba-tiba tempat itu berubah menjadi area pemakaman yg sangat luas. Aku bingung dan ketakutan, lalu dimana tante dan rumahnya yang tadi.Aku menjadi merinding dan ketakutan, bahkan rasanya mau pingsan.http://jojopradipta.blogspot.com/
Tanpa pikir panjang lagi aku langsung putar badan dan berniat segera keluar dari pemakaman itu. Tetapi aku kaget setengah mati, ternyata di belakangku ada sesosok perempuan berbaju putih duduk disamping sebuah kuburan. dia menatap tajam ke arahku. Biji matanya naik turun,dan sesekali dia menyeringai.
Kulihat tanganya sedang menggaruk-garuk kakinya hingga kulit kakinya mengelupas dan berdarah-darah. Sungguh pemandangan yang mengerikan dan menakutkan malam itu. Karena ketakutan yang sangat, akhirnya aku tak kuat lagi dan pingsan.
saat aku terbangun, aku sudah ada di rumah. Kulihat semua keluargaku menangis, bapak dan ibu sudah berpakaian rapi seperti mau pergi. "Bu, aku gak apa-apa kok," kataku pada ibu.
saat mereka bertanya, aku langsung menceritakan kejadian yg kualami semalam. Ibu langsung memeluk aku. Lalu dengan masih menangis, ibu langsung memberi tahuku bahwa semalam keluarga di Solo menelephon dan mengabarkan bahwa tanteku meninggal. Aku sangat kaget karena ternyata semalam itu adalah arwah tanteku yang baru meninggal.Lalu kenapa aku yang didatangi?
Loading