Minggu, 04 Desember 2011

KEPALA MENGGELINDING DI ATAS ASPAL

Sejak jaman penjajahan Belanda, sampai akhir tahun delapan puluhan, Terminal Sambu banyak meninggalkan kisah tentang pembunuhan. Tak heran kalau di terminal ini banyak penampakan mahluk halus.

Dari sekian banyak kisah yang mistis yang lahir dari terminal ini, salah satunya adalah penuturan dari Cipto (Nama samaran), yang bekerja di salah satu toko di Jalan Sutomo.

Cipto yang sudah lama bekerja di toko itu, menjadi orang kepercayaan Toke-nya.

"Hampir lima belas tahun aku bekerja di toko ini," ujar Cipto.
Sehingga Tokenya tak mengkhawatirkan apabila Cipto yang menjaga toko. Bahkan ketika Tokenya pergi berlibur, Cipto yang menjaga toko itu. untuk Cipto, disediakan kamar untuk ia tidur.

Dari lebaran pertama, Tokenya sudah meninggalkan Medan. ia bersama keluarga berlibur ke Singapura. Rencananya mereka akan menghabiskan satu minggu di sana.

Cipto yang tinggal sendiri di toko yang sekalian di jadikan rumah itu, merasa tersanjung di beri kepercayaan yang begitu besar. Kepercayaan yang diberikan Tokenya, dijaganya sebaik mungkin.

Ciptopun merawat toko itu sebaik rumahnya sendiri. Meskipun tak membuka toko itu, Cipto tetap saja merapikan barang-barang dagangan yang ada di dalam toko. Ia menyusun sebaik mungkin barang dagangan yang akan kembali di jual setelah lebaran.

Tepatnya malam lebaran keempat, Cipto keluar rumah. Waktu masih menunjukkan pukul delapan malam. Ia keluar rumah untuk mengisi perutnya yang kosong.

Setelah makan malam, ia tak langsung pulang ke toko. Ia menikmati malam ke plaza yang ada di dekat sana. Sambil menikmati pemandangan di plaza itu, ia menghabiskan malam dengan bermain time zone.

Tanpa terasa, waktu semakin larut. Plaza itupun sudah hampir tutup. Hampir semua toko di plaza itu sudah tutup. Karena terlihat sudah sepi pengunjung, Ciptopun menuruni escalator.

Sesampainya diluar, Cipto tak juga langsung pulang. Ia masih ingin menikmati malam. Sambil menghisap rokok di tangan, ia memandangi satu persatu orang yang lalu lalang.

Setelah lelah memandangi orang lalu lalang, Ciptopun beranjak pulang. Dengan langkah gontai ia menyusuri jalan raya. Sesekali ia menaiki trotoar jalan, sambil menyanyikan lagu kesayangannya.

Ketika kakinya memasuki pelataran toko, ia melihat sesuatu yang berjalan di aspal.

"Aku pikir yang kulihat itu sebuah bola," ujar Cipto. Lama dipandanginya benda yang bergelinding itu. semakin lama semakin dekat dengannya. Ketika tepat di depannya, ia baru terkejut melihat benda itu. Ternyata yang dilihatnya adalah kepala orang. Masih terlihat darah di bagian lehernya.

"Sepertinya yang kulihat itu korban dari pembunuhan," ujar Cipto. Kepala yang bergelinding itu terus berjalan. Cipto yang sempat ketakutan, langsung membuka tokonya. Sambil sesekali melihat kepala orang yang menggelinding tersebut.

Ketika akan beranjak tidur, Cipto masih mengingat apa yang baru dilihatnya.

"Seakan kepala itu mencari badannya," Cipto menambahkan.
Itulah kisah mistis yang pernah terjadi dari Terminal Sambu. Cerita itu lahir dari beberapa kisah mistis yang ada. Banyak mahluk halus yang menyerupai korban pembunuhan di terminal itu. Dan semoga dengan adanya tim pemburu preman, tak ada lagi tindak kriminal di terminal itu. tak ada lagi mahluk halus yang memiliki kesempatan untuk menjelma menjadi korban.
Loading